rss

25 November 2010

PLN Untung Rp 6,1 Triliun Semester I 2010

foto 

TEMPO/Wahyu Setiawan

TEMPO Interaktif, Jakarta -PT PLN (Persero)  pada Semester I 2010 ini mencatatkan laba bersih Rp 6,146 triliun. Jumlah itu menurut Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo turun 1,2 persen jika dibandingkan dengan pendapatan bersih pada Semester I 2009.

"Kondisi itu disebabkan karena adanya peningkatan pembelian bahan bakar dan pelumas hingga 21 persen," kata Setio dalam pemaparannya pendapat PLN Semester I 2010 di kantornya hari ini.

Meskipun pendapatan bersih menurun, namun total aset PLN tercatat naik hingga 16 persen dari yang awalnya Rp 305,518 triliun menjadi 354,581 triliun. Setio menambahkan PLN juga terpaksa memperbesar pembelian BBM karena pasokan gas ke PLTGU Muara Tawar turun sampai 50 persen dari yang sudah dijanjikan, sehingga terpaksa harus diganti dengan BBM.

"Selain itu program bebas padam yang ditargetkan terlaksana pada awal Juli 2010 juga membuat PLN mengkonsumsi BBM lebih banyak lagi," katanya.

Meskipun mengalami lonjakan biaya pembelian BBM, kondisi keuangan PLN juga diimbangi oleh kenaikkan pendapatan usaha yang berasal dari penjualan tenaga listrik sebesar 12 persen, yaitu dari Rp 43,494 triliun pada semester I 2009 menjadi Rp 49,070 triluin semester ini. "Selain itu subsidi pemerintah juga meningkat sebesar 11,5 persen dari Rp 24 triliun menjadi sekitar 27 triliun," ujarnya.

Dalam laporan keuangan Semester I 2010, menurut Setio juga ditandai dengan penurunan laba kurs dari 3,4 triliun menjadi 1,959 triliun. Penurunan laba tersebut, kata Setio terjadi karena PLN mencatatkan adanya fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Per 30 Juni 2010 PLN memiliki aset dan kewajiban dalam mata uang Yen, dollar AS, euro, dan lain-lain dengan jumlah utang bersih sebesar Rp 68 triliun," katanya.

Dari sisi aset PLN juga mencatatkan kenaikkan. Baik untuk aset lancar maupun tidak lancar. Kenaikan aset lancar menurut Setio sebesar 68,3 persen. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kas dari Rp 9,6 triliun menjadi 23 triliun. Invetasi jangka pendek Setio menambahkan juga meningkat 74 persen. Dari Rp 2,5 triliun pada Semester I 2009 menjadi Rp 4n4 triliun Semester ini.

"Secara keseluruhan total aset lancar naik dari Rp 32 triliun pada Semester I 2009 menjadi Rp 54 triliun pada Semester I tahun ini," katanya.

Kenaikkan aset tidak lancar menurut Setio naik sekitar 10 persen dari 273,379 triliun menjadi Rp 300,501 triliun. "Hal ini dipicu oleh kenaikkan aset tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan," kata Setio.

0 komentar:


Posting Komentar